1. Bahan
  2. Pertama yang dilakukan, tentunya menyiapkan bahan utamanya, yaitu tempuruBagaimana membuat arang tempurung?ng kelapa.

  3. Peralatan dan sarana
    Setelah itu, siapkan pula beberapa alat dan sarana yang diperlukan, yaitu:

    1. Ruang pengarang (pembuatan arang). Ruang pengarang digunakan untuk pirolisis, yaitu pembakaran tempurung kelapa secara tidak sempurna sehingga pembakaran terhenti sampai pembentukan molekul karbon atau arang. Ruang pembakaran dapat berupa lubang di dalam tanah, dapur pengarangan, drum pengarangan, dan alat pengarangan.
    2. Lubang di dalam tanah. Di tanah yang air tanahnya tidak dangkal, dapat digali sebagai ruang pembakaran. Jika kondisi tanah cukup kuat atau padat, dinding dan lantai lobang tidak perlu diperkuat dengan semen dan batu bata. Jika struktur tanah tidak kuat, misalnya mudah longsor karena banyak mengandung pasir, maka dinding dan lantai perlu diperkuat dengan semen dan batu bata. Lubang ini dapat dibuat dalam berbagai cara.
    3. Dapur pengarangan. Dapur pengarangan adalah ruangan yang bentuknya sama dengan lubang pengarangan. Dapur pengarangan dibuat di atas jika tidak memungkinkan menggali lobang karena air tanah terlalu dangkal.
    4. Kiln.
      Kiln merupakan alat khusus untuk pirolisis atau pembakaran. Kiln sederhana terbuat dari drum bekas. Pirolisis berlangsung di dalam drum dengan membatasi pasokan udara terhadap bahan yang sedang dibakar. Pasokan udara diberikan melalui lobang udara pada badan drum. Pada awal pembakaran, lubang udara ditutup segera setelah seluruh bahan terbakar untuk mengurangi pasokan oksigen. Panas dari pembakaran sebelumnya pada kondisi kekurangan oksigen sudah cukup untuk pirolisis.
  4. Cara membuat
    Secara umum, arang tempurung dapat dibuat dengan dua cara, yakni menggunakan drum dan menggunakan lubang dalam tanah.
    Sebelum dibakar, bahan baku tempurung kelapa dikeringkan dahulu, agar pembakaran lebih cepat tanpa asap mengepul.
    Bersihkan tempurung dari sabut, pasir, dan kotoran lainnya. Lalu, potong tempurung 2,5 cm x 2,5 cm agar dapat mengisi drum atau lubang lebih banyak dan matangnya merata.

    1. Pembakaran
      1. Menggunakan Lubang dan Dapur Pengarangan
        Pembakaran dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut ini.

        • Lubang atau dapur pengarangan diisi dengan tempurung setinggi 30 cm, kemudian dibakar.
        • Bila lapisan tempurung ini mulai terbakar, di atas lapisan yang sedang terbakar dimasukkan lagi tempurung baru sebanyak lapisan sebelumnya. Hal ini dilakukan terus sampai ruangan terisi penuh.
        • Setelah itu, lubang atau dapur pembakaran ditutup rapat. Jika menggunakan lubang pembakaran, di atas penutup dapat ditambahkan tanah sehingga penutupan menjadi lebih rapat.
        • Pada bagian tengah lubang atau dapur pengarangan diletakkan balok kayu atau bambu (diameter 15-20 cm) secara tegak lurus, lalu isilah lubang tempurung sampai penuh.
        • Setelah itu, balok kayu atau bambu dicabut secara pelan-pelan dan hati-hati sehingga pada bagian tengah lubang atau dapur pengarangan terbentuk lubang kecil. Ke dalam lubang kecil tersebut, masukkan sabut atau daun yang telah dibasahi dengan minyak tanah, lalu dibakar. Tempurung akan terbakar dari dasar, dan perlahan merambat ke atas.
        • Segera setelah semua tempurung terbakar, lubang atau dapur pengarangan ditutup dengan rapat. Untuk mengeluarkan asap, tutup harus di buka 2 kali sehari. Proses pengarangan ini berlangsung antara 5 hingga 7 hari.
      2. Pembakaran dengan Menggunakan Kiln
        • Kiln diisi dengan tempurung sepadat dan serapat mungkin. Kiln yang dibuat dari drum bekas dapat diisi sekitar 90 kg tempurung.
        • Lubang udara pada baris pertama dan kedua dari atas kemudian ditutup. Setelah itu, di dalam dasar ruang “kassa api pertama”, masukkan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti daun kering dan sabut yang telah dibasahi dengan minyak tanah, dan dibakar. Kemudian kiln ditutup.
        • Segera setelah tempurung pada dasar kiln terbakar dan api mulai merambat ke bagian atas lubang ketiga yang terbuka, lubang ketiga tersebut ditutup rapat. Sementara itu, lobang baris kedua biarkan terbuka. Demikian seterusnya sampai ke lubang baris pertama (paling atas).
        • Selama pembakaran, volume arang akan berkurang, karena itu tempurung dapat ditambahkan untuk memenuhi volume ruang pengarangan.
    2. Pemilahan dan Pengemasan
      Setelah selesai dibakar, arang dibakar kembali. Arang yang belum terbakar sempurna dibakar kembali. Arang yang telah
      terbakar sempurna kemudian diayak dengan anyaman kawat (besar lubang 0,6-1,0 cm) untuk memisahkannya dari tanah, debu dan kerikil. Sebelum dikemas, arang dibiarkan pada udara terbuka selama 12 hingga 15 hari. Setelah itu, arang dikemas di dalam kantung plastik atau karung goni.
  5. Cara menyimpan arang tempurung
    1. Bersihkan dulu permukaan atas dan bawah, baru tutup drum dibuka. Balikkan drum.
    2. Tuangkan arang pada selembar karung plastik yang telah disiapkan. Jangan dituangkan langsung ke tanah.
    3. Singkirkan tempurung yang tidak terbakar atau arang setengah matang, dan isi arang yang bagus atau matang ke dalam karung. Arang yang matang terlihat hitam mengkilap dan bersinar jika dipatahkan. Jika arang akan dijual, sebaiknya diayak terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam karung.

Download