Tomohon, Cybersulut.com – Celebes Biodiversity (Celebio) merupakan LSM yang bergerak pada pelestarian keanekaragaman hayati di Sulawesi, yang lahir dari pengembangan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP). Celebio telah mempersiapkan beberapa program untuk mencapai tujuannya. Salah satu diantaranya adalah supporting terhadap radio komunitas yang berbasis konservasi dan memiliki tujuan akhir berupa penyadartahuan masyarakat terhadap lingkungan.

Dalam rangka pengembangan kapasitas, Celebio memfasilitasi komunitas di 3 kabupaten diantaranya daerah Momalia, Kecamatan Posigadan, Kabupateb Bolaang Mongondouw Selatan, daerah Mantehage, Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan Tondegesan, Kawangkoan Kabupaten Minahasa, dengan mengadakan “Training Strategi Keberlanjutan Radio Komunitas dan Monitoring Program Bebasis Masyarakat”. Training bertempat di Onong Palace, Tomohon, yang berlangsung pada tanggal 6 hingga 9 Agustus 2012.

Pemilihan supporting radio komunitas di 3 kabupaten tersebut dikarenakan ketiga daerah tersebut memiliki masalah yang khas terhadap lingkungan. Momalia dengan karakter daerah pesisir dan perhutanan yang memiliki kecenderungan illegal logging namun telah memiliki sumber energi terbarukan yaitu biogas yang dihasilkan oleh kotoran sapi. Mantehage dengan karakter kepulauan yang memiliki kecenderungan pengrusakan terumbu karang dan pengeboman ikan dan Tondegesan memiliki karakter dataran tinggi yang memanfaatkan potensi daerah peternakan dengan biogas yang dihasilkan melalui kotoran sapi.

“Dengan jaringan radio komunitas diharapkan mampu memonitoring program berbasis masyarakat dan mencapai tujuan akhir penyadartahuan lingkungan. Untuk itulah pelatihan ini dilakukan, untuk menyiapkan strategi berkelanjutan,” ungkap Ketua Celebio, Alfons Patando.

Setiap peserta dilatih melakukan role play layaknya penyiar dan narasumber yang membahas potensi daerah, permasalahan hingga menemukan solusinya.

Beberapa pembawa materi lainnya juga tampil seperti Lembaga Swadaya Masyarakat yakni Wildlife Conservation Society (WCS), PNPM LMP dan Jaringan Radio Komunitas (JRK) Sulawesi Utara. (td)