Oleh : Imam Najib

CSO PNPM LMP Prov. Bengkulu

Awal tahun 2012, Konsultan PNPM-LMP melakukan pelatihan bagi pelaku di kecamatan yaitu Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Pendamping Lokal (PL) PNPM-LMP dari tanggal 8-10 Januari 2012 dengan dukungan dana DOK 2011 masing-masing kecamatan. Tempat kegiatan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Bengkulu mengundang UPK dan PL seluruh kecamatan pilot di 4 kabupaten ini melibatkan 34 orang yang terdiri dari 24 orang utusan UPK dan 12 orang PL. Latarbelakang kegiatan pelatihan ini adalah adanya beberapa kekurangan yang diidentifikasi dan terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan, pemahaman akan alur kegiatan, serta terbatasnya pengetahuan lingkungan.

Kegiatan pelatihan di buka oleh PJOProv Propinsi Bengkulu dilanjutkan pemberian materi serta diskusi.  Materi yang disampaikan meliputi konsepsi dan strategi PNPM-LMP,  refleksi tupoksi UPK dan PL,  mekanisme penanganan masalah  & teknik fasilitasi.  Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan dan difasilitasi oleh Civil Society Organization (CSO) ke Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) Bengkulu yang mengelola 25 hektar lahan.  Kunjungan ini mengenalkan dan melihat model pengembangan pertanian dan peternakan yang dilakukan oleh LPPB mulai dari pembibitan, budidaya jeruk kalamansi, dan pengolahan menjadi sirup (sirup khas Bengkulu), kopi stek, peternakan kambing perah (etawa), pertanian organik dan pengembangan bibit karet unggul.

Materi dalam kelas selanjutnya adalah pelaporan kegiatan dan keuangan berbasis sistem MIS, mekanisme pencatatan & pelaporan keuangan UPK & TPK, green menu serta proses pelaksanaan dan pelestarian hasil kegiatan, demplot Kebun Bibit Desa (KBD) di Kabupaten Kaur, mekanisme penanganan masalah, dan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL).  Materi-materi di atas disampaikan oleh pihak konsultan meliputi FKL, ASTAL, Spesialis PLTMH, Spesialis Keuangan, dan pihak CSO lokasi pilot. Harapannya dengan pelatihan ini, kapasitas dan pengetahuan para pelaku program khususnya UPK dan PL meningkat demi kelancaran dan keberlanjutan program PNPM-LMP di Propinsi Bengkulu.