Salah satu sistem pengendalian erosi secara mekanis adalah barisan gulud yang dilengkapi rumput penguat gulud dan saluran air di bagian lereng atas. Sistem itu bermanfaat untuk mengurangi laju limpasan permukaan dan meningkatkan resapan air ke dalam tanah. Hal ini dapat    diterapkan    pada    tanah    dengan infiltrasi/permeabilitas tinggi dan tanah-tanah yang agak dangkal dengan lereng 10 sampai 30 derajat.

1. Teras Bangku/teras siring.

Dibuat    dengan    cara memotong    lereng    dan meratakan tanah di bidang olah sehingga terjadi deretan menyerupai tangga. Teras    siring    bermanfaat sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi. Cara ini diterapkan pada lahan dengan lereng 10 hingga 40derajat, tanah dengan solum dalam (> 60 cm), tanah yang relatif tidak mudah longsor, dan tanah yang tidak mengandung unsur beracun bagi tanaman seperti aluminium dan besi.

 
 

2. Rorak

Adalah    lubang    atau penampang    yang    dibuat memotong    lereng    yang berfungsi untuk menampung dan meresapkan air aliran permukaan.    Lubang    ini    bermanfaat    untuk:    (1) memperbesar peresapan air ke dalam tanah; (2) memperlambat limpasan air pada saluran peresapan; dan (3) sebagai pengumpul tanah yang erosi sehingga sedimen tanah lebih mudah dikembalikan ke bidang olah.

Ukuran rorak sangat bergantung pada kondisi dan kemiringan lahan serta besarnya limpasan permukaan. Umumnya rorak dibuat dengan ukuran panjang 1-2 m, lebar 0,25-0,50 m dan dalam 0,20-0,30 m. Atau, panjang 1- 2 m, lebar 0,3-0,4 m dan dalam 0,4-0,5 m. Jarak antar- rorak dalam kontur adalah 2-3 m dan jarak antara rorak bagian atas dengan rorak di bawahnya 3-5 m.

Selain rorak ada cara yang lain untuk membantu peresapan air ke dalam tanah, yaitu dengan tehnik biopori. Biopori juga dapat membantu penyuburan tanah, karena di dalam lubang itu dimasukkan sampah organik.

3. Embung

Merupakan bangunan penampung air yang berfungsi sebagai pemanen limpasan air permukaan dan air hujan. Bangunan    ini bermanfaat untuk menyediakan air pada musim kemarau. Agar pengisian dan pendistribusian air lebih cepat dan mudah, embung hendaknya dibangun dekat dengan saluran air dan pada lahan dengan kemiringan 5 hingga 30 derajat. Tanah-tanah bertekstur liat atau lempung sangat cocok untuk pembuatan embung.

 
 
 

4. Mulsa

Adalah bahan- bahan (sisa-sisa panen, plastik, dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk menutup permukaan tanah.

Bermanfaat untuk mengurangi penguapan (evaporasi) serta melindungi tanah dari pukulan langsung butir-butir hujan yang akan mengurangi kepadatan tanah.


 
 
 
 

5. Dam Parit

Adalah cara mengumpulkan atau membendung aliran air pada suatu parit dengan tujuan menampung aliran air permukaan sehingga dapat digunakan untuk mengairi lahan di sekitarnya. Dam parit dapat menurunkan aliran permukaan, erosi, dan sedimentasi.
Keunggulan dam parit adalah:

  • Menampung air dalam volume besar akibat terbendungnya aliran air di saluran/parit.
  • Tidak menggunakan areal/lahan pertanian yang produktif.
  • Mampu mengairi lahan cukup luas, karena dibangun berseri di seluruh daerah aliran sungai (DAS).
  • Menurunkan kecepatan aliran permukaan, sehingga mengurangi erosi dan hilangnya lapisan tanah atas yang subur serta sedimentasi.
  • Memberikan kesempatan agar air meresap ke dalam tanah di seluruh wilayah DAS, sehingga mengurangi risiko kekeringan pada musim kemarau.
  • Biaya pembuatan lebih murah, sehingga dapat dijangkau petani.

Download: Penghijauan Lingkungan Perdesaan - PDF