Sampah ternyata tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat namun dapat dibuat sebagai pupuk cair. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk membuat kompos. Cara membuat pupuk cair sebagai berikut :

  1. Potong-potong sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
  2. Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg) atau ember yang dilengkapi dengan tutup.
  3. Siapkan kantong plastik ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
  4. Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan.
  5. Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan. 6.    Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras.
  6. Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan atau air PDAM
  7. Campurkan air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik. Sementara itu potongan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi.
  8. Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke dalam tong plastik dan tambahkan air tanah.
  9. Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu dengan rapat selama tiga minggu (21 hari).
  10. Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris. Sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair

Sebagai alternatif lain untuk mendapatkan, Yayasan Kanopi Indonesia mengembagkan double composting secara sederhana, sehingga hasilnya akan didapatkan jenis kompos, yaitu kompos padat dan cair. Gambar pembuatan model double composting dapat dilihat pada gambar di samping.

Download: Pengolahan Kompos - PDF