Pertama, siapkan bahan baku organik yang dapat dicerna oleh bakteri dan mikroorganisme yang ada dalam pembangkit biogas dengan terlebih dicampur antara kotoran sapi/ternak dengan air.
Tahap selanjutnya adalah input, yaitu melakukan pengolahan terhadap bahan baku agar dapat memenuhi persyaratan pembuatan biogas, yaitu:
a. Penyaringan bahan baku
Penyaringan ini dilakukan agar bahan baku tidak mengandung serat yang terlalu kasar. Serat kasar tersebut berupa sampah atau kotoran lain dari kandang selain kotoran ternak, misalnya serpihan kayu, akar, daun keras, sisa batang rumput atau kotoran lainnya yang kebanyakan berupa sisa-sisa pakan ternak yang terlalu kasar.
b. Pencampuran dengan air dan pengadukan
Air berguna bagi mikroorganisme di dalam pembangkit sebagai media transpor saat pencampuran kotoran. Campuran tidak boleh terlalu encer atau terlalu kental karena dapat mengganggu kinerja pembangkit/reaktor dan menyulitkan saat penanganan hasil keluaran pembangkit biogas. Sebagai panduan dasar, campuran yang baik berkisar antara 7% – 9% bahan padat.
c. Memasukkan bahan organik
Terlebih dahulu, buatlah keran sederhana agar dalam memasukkan bahan organik ke dalam pembangkit dapat dilakukan dengan mudah.
Bak Pencampur/Mixer
Bak ini dibuat untuk mencampur kotoran ternak dan air untuk dialirkan menuju pembangkit. Ukuran bak pencampur bisa dibuat dengan ukuran 50x50x50cm ditambah dengan kasa/screen terbuat dari kawat ayam dengan mesh +/- 1cm. Desain bak permanen dengan bahan semen dan batu bata.
Saluran Pembangkit/Reaktor (Digester)
Pembangkit yang terbuat dari plastik polyethylene (PE) ditempatkan setengah terkubur di dalam tanah. Sehingga perlu dibuatkan semacam parit sebagai wadah agar pembangkit yang berbentuk tubular dapat disimpan dengan baik. Parit ini berukuran panjang 6m, lebar atas 95cm, lebar bawah 75cm, tinggi di ujung input adalah 85cm, dan tinggi di ujung output 95cm.
Plastik PE yang digunakan lebar bentang 150cm, apabila membentuk tubular, diameternya sekitar 95cm. Kapasitas pembangkit ± 4000 liter. Saluran tersebut memiliki inklinasi sekitar 2 – 3 derajat turun mengarah ke lubang output. Inklinasi ini dibuat untuk memaksimalkan volume pembangkit yang dapat diisi oleh bahan baku.
Pembangkit Reaktor Biogas/Digester
Desain pembangkit biogas dari kantung plastik polyethylene ini adalah sebagai berikut:

Design DigesterGambar3. Desain Digester

Digunakan koneksi selang 5/8” dari gas outlet menuju botol jebakan uap air/klep pengaman. Selang di klem ke socket selang plastik kemudian disambungkan ke PVC SDD dan dengan menggunakan lem PVC disambung ke pipa PVC ¾”. Sebagai cincin/ring digunakan plastik yang dipotong dari jerigen bekas oli yang menjepit ring kedua yaitu karet ban dalam mobil. Di dalam kantung plastik, juga terdapat 2 buah ring dan SDL. Atau dengan memotong ujung bawah SDL, sehingga dasar permukaan SDL lebih tinggi terhadap cairan kotoran. Hal ini untuk menghindari terjadinya mampet pada saluran gas outlet. Kami menyarankan untuk menggunakan karet ban dalam mobil untuk membuat cincin, karena lebih tebal, selain itu karena kegiatan ini banyak membutuhkan karet ban (motor) yang tidak mudah robek.

Pembuatan Digester
Gambar 4. Pembuatan Digester
Penggunaan Plastik Polyethylene (PE)
Plastik PE ukuran lebar 150 cm (150×0.15) dapat di beli di toko-toko plastik. Idealnya, akan lebih bagus bila plastik yang digunakan plastik lebih tebal. Menurut FAO akan lebih baik apabila menggunakan plastik yang memiliki anti ultra-violet (UV) seperti yang digunakan di rumah rumah kaca (biasanya berwarna kuning agak kehijau hijauan). Plastik PE adalah bahan yang cukup kuat, namun apabila terlipat dapat meninggalkan goresan, dan ketika terkena panas matahari dan air hujan bisa retak dan sobek. Sebaiknyaya plastik PE dirangkap dua, untuk menjamin ketebalan dan kekuatan. Selanjutnya, setelah ke dua lembar plastik disamakan ujung ujungnya, dan lembar kedua dipotong, kini saatnya memasang gas outlet. Tentukan salah satu ujung yang akan menjadi ujung atas dan ukurlah sepanjang 1.5 meter dari ujung tersebut dan tandai dengan spidol. Tanda tersebut harus tepat berada di bagian tengah plastik, sehingga diharapkan gas outlet tepat berada di tengah atas permukaan pembangkit. Lubang yang akan dibuat sebaiknya lebih besar sedikit dari diameter luar dari ulir SDL (socket drat luar) gas outlet.
Kemudian, pasanglah saluran kotoran, baik saluran masuk maupun keluar. Ini adalah tahap yang perlu dikerjakan dengan hati-hati dan rapi agar tidak menimbulkan kebocoran. Pipa yang digunakan berbeda untuk saluran masuk dan keluar, pertimbangannya adalah ketersediaan bahan yang ada di gudang. Panjang pipa kurang lebih 75 – 100 cm sedangkan ukuran pipa masuk dan keluar adalah sama, yaitu diameter antara 10 – 15cm. Dapat pula digunakan PVC dengan ukuran 4” atau 6”, namun harganya mahal. Atau, bisa juga menggunakan pipa keramik jika memungkinkan, atau memakai ember plastik yang dipotong dasarnya dan disambung, dan lain sebagainya. Masukkan setengah dari panjang pipa ke dalam 2 lembar plastik PE.
Pastikan ikatan tali karet benar-benar kuat. Perlu diingat, banyak tali karet bekas yang karetnya rapuh dan mudah putus. Yang perlu diperhatikan juga adalah pengikatan tali karet harus saling menutupi atau tumpang tindih (overlap), dan ujung plastik jangan sampai terlihat. Tambahkan beberapa putaran lagi untuk memastikan sambungan benar-benar kedap atau tidak bocor.